Zudhy’s Blog

Just another WordPress.com weblog

>Merapi Masih Awas, Warga Bosan Mengungsi

>

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

BOYOLALI, KOMPAS.com — Warga Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, lebih senang bertahan di rumahnya masing-masing dan tidak mau mengungsi lagi meski status Gunung Merapi masih “awas”.
Kepala Desa Gedagangan, Kecamatan Cepogo, Sugiono di Boyolali, Jumat, mengatakan, warganya sudah tidak mau mengungsi lagi dan mereka lebih senang bertahan di rumah meski desanya masuk kawasan rawan bencana atau di dalam radius 10 kilometer dari puncak Merapi.
Menurut Sugiono, pihaknya sudah berupaya mendatangi masing-masing lingkungan di Desa Gedangan, tetapi masyarakat tidak mau mengungsi lagi.
Oleh karena itu, pemerintah setempat melalui Camat Cepogo mengatakan, warga yang tidak mau mengungsi tersebut telah menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pemerintah.
“Apabila ada suatu hal yang diakibatkan dari bencana letusan Merapi, warga intinya tidak akan menuntut kepada pemerintah setempat,” katanya.
Sugiono menjelaskan, jumlah warga di Desa Gedangan, Cepogo, sebanyak 3.929 jiwa yang tersebar di 20 dusun. Sebelumnya, mereka mengungsi di beberapa titik pengungsian di Boyolali.
Namun, warga yang masih bertahan di tempat pengungsian sekitar 400 orang, sedangkan 3.529 jiwa sudah kembali pulang menempati rumah masing-masing.
Sementara warga tiga desa di Cepogo mulai merasakan kesulitan air bersih dampak  erupsi Gunung Merapi. Sejumlah bak penampungan air di wilayah tiga desa, yakni Desa Jombong, Sukabumi, dan Gedangan, di  Cepogo mengalir bercampur dengan lumpur.
Menurut Suyitno (40), warga Desa Jombong, Cepogo, sejak pulang dari pengungsian, warga semakin kesulitan untuk mencukupi kebutuhan air bersih.
“Air bersih untuk memberi minum sapi tidak bisa. Padahal, seekor sapi idealnya membutuhkan 12 ember air per hari,” katanya.
Warga lain, Arif (42), mengaku, akibat kekurangan air tersebut, warga harus antre mendapatkan air bersih. Bahkan, kaum ibu yang memandikan bayinya dengan air bekas, katanya.
Syamsudin, Asisten III Bidang Kesra Setda Boyolali yang juga koordinator penanggulangan bencana, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Mimun (PDAM) dan Dinas Pekerjaan Umum Boyolali, menyusul laporan kekurangan air bersih di Cepogo.
Menurut Syamsudin, warga tiga desa tersebut selama ini mengambil air dari mata air di wilayah Wonopedut, Desa Wonodoyo, tepat di bawah lereng Merapi.
Namun, mata air di wilayah tersebut sempat mengalami hujan abu pekat saat terjadi letusan Merapi sehingga air yang mengalir ke pemukiman terkontaminasi abu vulkanik.
“Kami akan mengedrop air bersih melalui PDAM dan Dinas PU setempat,” kata Syamsudin

Iklan

November 27, 2010 Posted by | Aizat Cipta Lagu Erti Hari Ini Untuk Rakyat Palestin Sensasi, album ariel terbaru, ayo gelot ambi melayu | Tinggalkan komentar

>Posko Ganyang Malaysia Mulai Dibuka !

>



Panas-dingin hubungan Indonesia-Malaysia membuat berbagai elemen masyarakat melakukan pelbagai aksi. Ada yang berunjuk rasa, ada yang mengecam. Namun, ada pula yang memobilisasi massa untuk dijadikan relawan membela negara.

Menurut informasi Traffic Management Center Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Rabu (1/9) hari ini, ada pendaftaran Bela Negara Ganyang Malaysia di Cikini Center, halaman depan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, mulai pukul 10 WIB.

Posko semacam ini rencananya akan didirikan di 10 kota-kota besar di Indonesia, seperti diMakassarBandung, Surabaya dan Medan. Sebelumnya, pukul 09.00 WIB di RW 15, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Suhu Acay akan melakukan pembagian sembako.(DOR)

Brebes – Gelombang anti-Malaysia di berbagai daerah masih terus terjadi. Laskar Merah Putih di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bahkan membuka posko relawan bagi masyrakat yang siap dikirim ke Malaysia untuk berperang membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Posko pendaftran relawan ganyang Malaysia ini berada di kantor markas Laskar Merah Putih Cabang Kabupaten Brebes, di Jalan MT Haryono, Kota Brebes. Di posko pendaftaran ini, sejak dibuka Selasa (31/8), sudah terdapat 20-an orang.

Ketua Laskar Merah Putih Cabang Brebes Bambang Riswanto, mengatakan, pembukaan posko relawan bela negara kesatuan Republik Indonesia ini, merupakan wujud dari rasa nasionalisme anggota laskar, yang merasa harga diri sebagai bangsa dinodai oleh sikap Malaysia yang arogan.

Menurut Bambang, meknisme pemberangkatan para relawan yang sudah terdaftar, akan dikirim ke Mabes TNI dan Polri, berkoordinasi dengan Pimpinan Pusat Laskar Merah Putih. Posko pendaftaran relawan ini akan ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. (Supardji Rasban/RIZ) sumber : metrotvnews(dot)com

September 2, 2010 Posted by | ayo gelot ambi melayu, ayo perang bersama malaysia, hancurkan malaysia, lawan malaysia | Tinggalkan komentar