Zudhy’s Blog

Just another WordPress.com weblog

>wong sugeh Inilah 10 Wanita Terkaya di Inggris !

>


Tulip Financial menyebut ada 72 ribu wanita sukses di Inggris, kekayaan mereka lebih dari dari 2.5 juta pound. Siapa saja 10 besar wanita terkaya dan tersukses di Inggris sana?
1. J K Rowling £647 juta. Penulis buku Harry Potter. Maret 2010 dia menjadi penulis paling kaya dengan pendapatan 1 milyar dollar.
2. Amanda Staveley. Baru berusia 37 tahun dengan keuangan £80 juta. Membantu investasi Barclay dan membeli Manchester City FC ketika diambil oleh Sheikh Mansour keluarga kerajaan Arab.
3 Judy Craymer, 52 tahun. Dia dibelakang opera musik Mamma Mia. Memiliki saham 50% dengan pendapatan £750 juta pertahun dari perusahan operanya. Sekarang diperkirakan memiliki uang £4 juta dari shownya saja.
4. Natalie Massenet. Dia dibelakang Noughties yang sukses dalam bisnisnya. Baru berumur 44 tahun. Dia memiliki toko online dengan nilai £50 juta.
5. Judy Naake £30 juta. Dia dibelakang St Tropez. Mengembangkan usaha sebagai guru dan pelatihan diri. Pelanggannya adalah selebritis dan kalangan papan atas.
6. Patricia Kluge. 61 tahun. ia sebagai pemegang kolomnis dewasa dan berpisah dengan milyader Metromedia John Kluge. Saat ini Patricia memiliki banyak investasi di Inggris.
7. Canthia Carrol. Pengusaha asal Amerika. Sebagai eksekutif perusahaan Anglo American PLC London. Tahun 2008 masuk dalam daftar Forbes dan wanita yang berpengaruhi di dunia. Memiliki penghasilan £1,050,000 dengan bonus £319,000 pertahun.
8. Sarah Tremellen. Lulusan Cambridge berumur 44 tahun. Dia bekerja di media dan keluar ketika berumur 25 tahun. Lalu membuat perusahaan baju dalam Bravissimo. Melanjutkan usaha dengan Leamington SPA dan lainnya dengan 350 karyawan. Penjualannya diperkirakan mencapai £30 juta pertahun.
9. Dawn Gibbins. Pengusaha dibidang industri lantai dengan nama perusahaan Flowcrete. Memiliki banyak cabang dengan 30 kantor diseluruh dunia dan 12 pabrik di berbagai negara.
10. Lucinda Bruce-Gardyne. Dia adalah penulis tentang makan dan alegi makanan. Tetapi bukan itu yang menjadi suksesnya saja. Berumur 38 tahun dengan 3 anak, 3 tahun dia menyempurnakan resep dan menemukan masalah dari kandungan bebas Gluten. 12 bulan di awal usaha dia mencoba menjual roti buatannya dari rumah dan berhasil mendapatkan £ 20. (ketok)
Iklan

Agustus 7, 2010 Posted by | berita heboh agnes telanjang, cara gampang ganti icon blogger, heboh wanita mesum, Uruguay 'Tambal Sulam' Desailly Jagokan Ghana Ghana Ambisi ke Semifinal Ditunggu Ghana | Tinggalkan komentar

>Afrika Menangis

>


Skuad Uruguay merayakan kemenangan atas Ghana di babak perempat final Piala Dunia 2010 / Foto: Reuters
JOHANNESBURG – Musnah sudah harapan Afrika menempatkan wakilnya di semifinal Piala Dunia 2010. Wakil terakhir Benua Hitam, Ghana, harus angkat kaki setelah takluk oleh Uruguay di babak perempat final, Sabtu (3/7/2010) dini hari WIB.

Ghana melakoni pertandingan dini hari ini dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Amerika Serikat dari perdelapan final, beberapa waktu lalu. Meski wakil Amerika Selatan mengambil inisiatif serangan terlebih dulu melalui Diego Forlan dan Luis Suarez, anak-anak asuh Milovan Rajevac pantang gentar.

Forlan terus mengancam gawang yang dikawal Richard Kingson. Bomber Atletico Madrid nyaris memaksa John Mensah menceploskan gol bunuh diri pada menit 17 melalui tendangan pojok. Beruntung, Kingson sigap menjaga gawangnya.

Memasuki menit 25, Uruguay mendapat peluang emas melalui Suarez dengan tendangan kencangnya. Lagi-lagi, Kingson mementahkan peluang armada Charruas dengan tepisan tangan.

Pasukan Black Stars jelas tak tinggal diam. Isaac Vorsah dan Asamoah Gyan mendapat kesempatan bagus membawa Ghana unggul di menit 29 dan 30. Namun, keduanya pun belum berhasil mengakhiri kebuntuan.

Gol yang ditunggu Ghana dan masyarakat Afrika akhirnya datang hanya beberapa detik sebelum babak pertama usai. Gelandang senior Sulley Muntari, yang nyaris dipulangkan akibat perselisihan dengan sang pelatih, menjadi pahlawan setelah tendangan jarak jauhnya gagal dimentahkan Fernando Muslera.

Diego Forlan dkk berupaya keras mengejar ketinggalan di babak kedua. Pelatih Oscar Tabarez menurunkan Nicolas Lodeiro mengisi posisi Alvaro Fernandez demi menyegarkan skuad.

Namun, adalah Forlan yang kembali menyelamatkan armada Charruas. Striker 31 tahun membawa Uruguay mengejar ketinggalan setelah tendangan bebasnya dari jarak 25 yard meluncur mulus ke gawang Kingson.

Baik Ghana maupun Uruguay tampil habis-habisan demi memperebutkan satu dari tiga tiket semifinal yang tersisa. Jual beli serangan diperagakan dengan apik oleh masing-masing skuad, meski akhirnya pertandingan harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu.

Masa perpanjangan waktu tidak membawa banyak perubahan bagi kedua kubu yang terus tampil mengancam. Kendati demikian, laga Uruguay kontra Ghana pagi ini benar-benar menyuguhkan drama.

Skuad Uruguay menuntut penalti di menit 102 ketika John Pantsil menjatuhkan Sebastian Abreu yang menggantikan Edinson Cavani di kotak terlarang. Namun, wasit yang tidak melihat insiden itu tetap meneruskan pertandingan.

Drama memuncak di akhir masa perpanjangan waktu. Ghana nyaris menyegel kemenangan dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Muslera. Namun, sejumlah aksi penyelamatan kubu Uruguay memastikan gawang Muslera tetap aman.

Sialnya, Suarez tertangkap menghadang bola dengan menggunakan tangan. Wasit Olegario Benqurenca asal Portugal pun tanpa segan mengeluarkan kartu merah bagi striker Ajax Amsterdam sekaligus memberi hadiah penalti kepada skuad Black Stars.

Asamoah Gyan dipercaya sebagai eksekutor. Sayang, tendangan Gyan terlalu tinggi dan membentur mistar gawang. Suarez, yang meninggalkan lapangan sambil menangis tak bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat ‘adegan’ itu. Untuk kedua kalinya sejak laga Jepang kontra Paraguay, pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Forlan mendapat kesempatan pertama untuk Uruguay dan menyelesaikan tugasnya dengan baik. Begitu juga Gyan, yang berhasil memperbaiki kesalahan, dan memperpanjang harapan Ghana. Mauricio Victorino dan Andres Scotti (Uruguay) serta Stephen Appiah (Ghana) juga tak menemui kesulitan.

Malapetaka dihadapi Ghana ketika tendangan John Mensah berhasil diselamatkan oleh Muslera. Namun, fans Black Stars masih bisa bernapas lega setelah Maxi Pereira pun gagal menyarangkan tendangan ke gawang Kingson.

Sayang, kegagalan Pereira belum cukup untuk menghentikan langkah Uruguay melaju ke babak semifinal. Muslera kembali melakukan penyelamatan gemilang atas penalti Dominic Adiyiah.

Gol Sebastian Abreu akhirnya menandai akhir perjalanan Ghana di pentas Piala Dunia 2010. Uruguay berhak menantang Belanda di babak semifinal setelah membungkus skor kemenangan 4-2 melalui drama adu penalti.
(van)

Juli 3, 2010 Posted by | Forlan Pasti Pulih Ghana Masih Bisa Juara, Inggris Pupus Ghana Diundang ke Kediaman Nelson Mandela Hadapi Ghana, Uruguay 'Tambal Sulam' Desailly Jagokan Ghana Ghana Ambisi ke Semifinal Ditunggu Ghana | Tinggalkan komentar

>Afrika Menangis

>


Skuad Uruguay merayakan kemenangan atas Ghana di babak perempat final Piala Dunia 2010 / Foto: Reuters
JOHANNESBURG – Musnah sudah harapan Afrika menempatkan wakilnya di semifinal Piala Dunia 2010. Wakil terakhir Benua Hitam, Ghana, harus angkat kaki setelah takluk oleh Uruguay di babak perempat final, Sabtu (3/7/2010) dini hari WIB.

Ghana melakoni pertandingan dini hari ini dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Amerika Serikat dari perdelapan final, beberapa waktu lalu. Meski wakil Amerika Selatan mengambil inisiatif serangan terlebih dulu melalui Diego Forlan dan Luis Suarez, anak-anak asuh Milovan Rajevac pantang gentar.

Forlan terus mengancam gawang yang dikawal Richard Kingson. Bomber Atletico Madrid nyaris memaksa John Mensah menceploskan gol bunuh diri pada menit 17 melalui tendangan pojok. Beruntung, Kingson sigap menjaga gawangnya.

Memasuki menit 25, Uruguay mendapat peluang emas melalui Suarez dengan tendangan kencangnya. Lagi-lagi, Kingson mementahkan peluang armada Charruas dengan tepisan tangan.

Pasukan Black Stars jelas tak tinggal diam. Isaac Vorsah dan Asamoah Gyan mendapat kesempatan bagus membawa Ghana unggul di menit 29 dan 30. Namun, keduanya pun belum berhasil mengakhiri kebuntuan.

Gol yang ditunggu Ghana dan masyarakat Afrika akhirnya datang hanya beberapa detik sebelum babak pertama usai. Gelandang senior Sulley Muntari, yang nyaris dipulangkan akibat perselisihan dengan sang pelatih, menjadi pahlawan setelah tendangan jarak jauhnya gagal dimentahkan Fernando Muslera.

Diego Forlan dkk berupaya keras mengejar ketinggalan di babak kedua. Pelatih Oscar Tabarez menurunkan Nicolas Lodeiro mengisi posisi Alvaro Fernandez demi menyegarkan skuad.

Namun, adalah Forlan yang kembali menyelamatkan armada Charruas. Striker 31 tahun membawa Uruguay mengejar ketinggalan setelah tendangan bebasnya dari jarak 25 yard meluncur mulus ke gawang Kingson.

Baik Ghana maupun Uruguay tampil habis-habisan demi memperebutkan satu dari tiga tiket semifinal yang tersisa. Jual beli serangan diperagakan dengan apik oleh masing-masing skuad, meski akhirnya pertandingan harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu.

Masa perpanjangan waktu tidak membawa banyak perubahan bagi kedua kubu yang terus tampil mengancam. Kendati demikian, laga Uruguay kontra Ghana pagi ini benar-benar menyuguhkan drama.

Skuad Uruguay menuntut penalti di menit 102 ketika John Pantsil menjatuhkan Sebastian Abreu yang menggantikan Edinson Cavani di kotak terlarang. Namun, wasit yang tidak melihat insiden itu tetap meneruskan pertandingan.

Drama memuncak di akhir masa perpanjangan waktu. Ghana nyaris menyegel kemenangan dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Muslera. Namun, sejumlah aksi penyelamatan kubu Uruguay memastikan gawang Muslera tetap aman.

Sialnya, Suarez tertangkap menghadang bola dengan menggunakan tangan. Wasit Olegario Benqurenca asal Portugal pun tanpa segan mengeluarkan kartu merah bagi striker Ajax Amsterdam sekaligus memberi hadiah penalti kepada skuad Black Stars.

Asamoah Gyan dipercaya sebagai eksekutor. Sayang, tendangan Gyan terlalu tinggi dan membentur mistar gawang. Suarez, yang meninggalkan lapangan sambil menangis tak bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat ‘adegan’ itu. Untuk kedua kalinya sejak laga Jepang kontra Paraguay, pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Forlan mendapat kesempatan pertama untuk Uruguay dan menyelesaikan tugasnya dengan baik. Begitu juga Gyan, yang berhasil memperbaiki kesalahan, dan memperpanjang harapan Ghana. Mauricio Victorino dan Andres Scotti (Uruguay) serta Stephen Appiah (Ghana) juga tak menemui kesulitan.

Malapetaka dihadapi Ghana ketika tendangan John Mensah berhasil diselamatkan oleh Muslera. Namun, fans Black Stars masih bisa bernapas lega setelah Maxi Pereira pun gagal menyarangkan tendangan ke gawang Kingson.

Sayang, kegagalan Pereira belum cukup untuk menghentikan langkah Uruguay melaju ke babak semifinal. Muslera kembali melakukan penyelamatan gemilang atas penalti Dominic Adiyiah.

Gol Sebastian Abreu akhirnya menandai akhir perjalanan Ghana di pentas Piala Dunia 2010. Uruguay berhak menantang Belanda di babak semifinal setelah membungkus skor kemenangan 4-2 melalui drama adu penalti.
(van)

Juli 3, 2010 Posted by | Afrika Menangis, Forlan Pasti Pulih Ghana MasihBisaJuara, Ghana Diundang ke Kediaman Nelson Mandela Hadapi Ghana, Uruguay 'Tambal Sulam' Desailly Jagokan Ghana Ghana Ambisi ke Semifinal Ditunggu Ghana | Tinggalkan komentar