Zudhy’s Blog

Just another WordPress.com weblog

>Inilah Cody Simpson, Justin Bieber-nya Australia?

>

Inilah Cody Simpson, Justin Bieber-nya Australia?

15:42 by joe
HEI, aku rasa kau sangat berbakat. Mintalah orangtuamu meneleponku.” Begitu isi pesan produser Shawn Campbell di akun MySpace Cody Simpson (13). Tak seperti kebanyakan orangtua yang langsung heboh, ibu Cody tak langsung percaya. Apalagi saat dibilang Shawn ingin membawanya ke Amerika.

“Sudah jangan dihubungi. Siapa tahu dia hanya ingin memanfaatkanmu,” ujar sang ibu agak khawatir. Kecemasan ibu Cody patut dimaklumi. Biar bagaimana pun Cody anak kecil yang butuh bimbingan dan arahan orangtua. Oke, stop sampai di sini. Anda mungkin belum familier dengan nama Cody. Bagaimana ceritanya kok tiba-tiba ada produser Amerika yang menghubungi dan memintanya berkarier di Amerika?

Cody bocah kelahiran Australia, 11 Januari 1997. Sejak kecil ia sudah memperlihatkan talenta bermusik. Karya pertamanya tercipta di usia tujuh tahun, sebuah lagu berkisah seputar ayam memakai popok — sangat khas kanak-kanak.

“Iya, itu lagu pertama ciptaanku. Saat itu aku baru bisa memainkan dua kunci gitar, jadi iseng saja. Dan aku juga tak tahu kenapa cerita itu yang tertulis. Memakaikan dan mengganti popok ayam, haha, begitulah pikiran anak berumur tujuh tahum. Sekarang ketika melihat lagi, speechless. Aku hanya bisa berkata ‘wow’,” kenang Cody sambil tertawa.

Empat-lima tahun sesudahnya barulah Cody merasa menciptakan lagu sungguhan. “Judulnya ‘Ride My Roller Coaster’. Dari situlah jiwa menulisku bermula.” Bakat Cody pun jadi rahasia umum. Ia kerap tampil di berbagai acara sekolah.

Kemunculan YouTube membawa berkah. Ya, suatu hari Cody tampil bersama seorang temannya membawakan “I’m Yours”-nya Jason Mraz. Temannya kemudian mengunggah video mereka di YouTube. Tak dinyana responsnya luar biasa. Sadar kesempatan terbuka luas, putra pasangan Brad dan Angie Simpson ini mulai rajin meng-cover lagu-lagu idolanya seperti Justin Timberlake dan Michael Jackson. Video-video ini yang kemudian diendus dan menarik perhatian Shawn.

“YouTube sarana yang sesuai buat mereka yang ingin berkarier di dunia musik. Tapi bukan tujuan utamaku. Saat itu aku hanya ingin melakukannya untuk bersenang-senang dan menunjukkan rasa cintaku pada musik,” ujar Cody yang menjuarai kompetisi renang gaya bebas dan gaya kupu-kupu di Australia ini.

Kembali ke tawaran Shawn, Cody mengakui keluarganya sangat protektif, jadi tak mau begitu saja percaya pada orang yang mengajak bekerja sama — apalagi di luar Australia. “Mereka protektif, tapi tetap suportif mendukung keinginanku mewujudkan mimpi jadi musisi.

Untuk mencari tahu dan meyakinkan, kami bersama-sama mencari nama Shawn Campbell di Google. Hasilnya luar biasa, ternyata dia nomine produser rekaman Grammy Awards yang pernah berkolaborasi dengan musisi besar macam Jay-Z, Missy Elliot, dan Ciara.” Setelah tahu reputasinya, barulah Cody mengiyakan ajakan Shawn untuk terbang ke Amerika didampingi sang ayah.

Keputusannya berbuah manis. Di New York, Cody dikenalkan dengan awak Atlantic Records, perusahaan rekaman tempat Phil Collins, Craig David, Jason Mraz, James Blunt, dan banyak musisi lain bernaung. Cody pun dikontrak dan merilis singel debutnya, “iYiYi” Juni kemarin.

Meski tak berhasil masuk Billboard Hot 100 — mentok di posisi ke-112 — “iYiYi” merangsek ke posisi ke-25 Australian ARIA Singles Chart di minggu pertamanya.Beruntung juga Cody berkesempatan kolaborasi dengan rapper Flo Rida yang tahun lalu berkibar dengan “Right Round” — enam minggu berturut-turut di posisi puncak Billboard Hot 100.

Meski baru menapaki anak tangga pertama di jagat hiburan Amerika, nama Cody lumayan dikenal terutama di kalangan para ABG. Menariknya, seperti juga Greyson Michael Chance — bocah berusia 13 tahun yang ngetop berkat video “Paparazzi” Lady Gaga di YouTube dan sekarang dikontrak label Ellen DeGeneres — Cody tak lepas dari bayang-bayang Justin Bieber.

Maklumlah, penampilan dan awal karier di YouTube tak bisa dipungkiri jadi bahan perbandingan. Belum lagi genre musik yang diusungnya. Kami pun mau tak mau teringat akan Justin begitu mendengar dan menonton video klip “iYiYi”. Jenis musik R&B catchy ala “One Time” dan “Baby” sangat terasa.

Bahkan kalau boleh jujur beropini, dari segi musik dan penampilan Cody jauh lebih punya banyak kemiripan dibanding Greyson dengan Justin. Ditanya pendapat orang-orang yang mengklaimnya sebagai Justin Bieber wanna be, Cody santai.

“Ini bukan kompetisi. Justin sangat berbakat. Buatku suatu kebanggaan dibandingkan dengannya. Cuma menurutku musiknya lebih R&B daripada aku — tapi kami sama-sama penyanyi pop. Waktu pembuatan video klip ‘Somebody to Love’ miliknya aku pernah datang dan bertemu dengannya. Anaknya sangat baik dan menyenangkan,” papar cowok yang sangat mengagumi Selena Gomez.

Bicara soal musik, meski sekarang ikut jalur pop, tak disangka Cody justru akrab dengan musik country sejak kecil.

“Ayahku yang menginspirasiku bermain musik dan ia dulu sering bermain country bersama teman-temannya di rumah. Itulah makanya lagu soal popok ayam ada nuanasa country. Sekarang sih dengarnya agak aneh. Kok bisa dulu aku menciptakan lagu seperti itu, haha. Musik yang kudengarkan juga Keith Urban, Johnny Cash, dan musisi country lain. Kalau sekarang sudah berubah. Aku lebih sering mendengarkan pop R&B seperti JT dan Jason Derulo,” ungkap Cody yang sekarang tengah tur keliling Amerika dalam Camplifted 2010 Tour. Sip, ditunggu karya selanjutnya, ya!

dari berbagai sumber http://www.tabloidbintang.com/hollywood/profil/4606-sudah-kenal-cody-simpson-justin-bieber-nya-australia.html 

Juli 26, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: